Saya bangga dengan kalian.
Allah SWT azza wa jalla jua yang akan menjaga kalian.
Saya disini sudah barang tentu tidak pernah tinggal diam.
Tetaplah berjihad di jalan Allah, kalian sungguh sangat berharga.
Rebutlah kembali Tanah Tanah Palestina yang dicaplok Zionist Yahudi Israel sejengkal demi sejengkal.
Agar penduduk Bumi tahu bahwa, Amrik bukanlah SATPAM Dunia ini, yang karenanya kemarahan tertuju kepada Pembuat Masalah di Dunia ini berikut antek dan cecunguknya beserta para pengkhianat .
Zionist Yahudi Israel takut terluka, sedangkan Rakyat Palestina tidak takut mati: sudah kita ketahui bersama.
Berjuanglah dengan modal ini. Kemenangan sudah di depan mata. Selamat Berjuang Sahabat, Allah SWT menjaga kalian.
Rebut kembali Hak Hak Kalian, Tanah Tanah kalian, yang tergambar di bawah ini:

TANAH PALESTINA YANG DICAPLOK DAN DIRAMPAS LAKNATULLAH ZIONIST YAHUDI ISRAEL

Peta Palestina sesudah dicaplok Zionist Yahudi Israel

1947, mulai intensive Merampas Tanah Tanah Palestine
Ini berita baru yang memilukan:
Simak dan baca sendiri kalau tidak percaya.
Bahwa DEMOKRASI yang baik itu adalah apa apa yang dimaui / ditarget / diinginkan oleh Amrik dan Israel ,berikut antek antek dan cecunguknya.
Anda masih ingat HAMAS yang menang Pemilu di Palestina dan FIS yang menang Pemilu di Aljazair.
Saya juga heran kenapa orang-orang yang mengaklaim dirinya demokratis , tapi tidak mengakui kemenangan Partai Hamas dari Palestina dan FIS dari Aljazair dalam pemilu di negara itu? dengan alasan tuduhan islamis dan fundamentalis, Israel Amrik dan barat menghukum suara pemilu Palestina dan Aljazair.
Benarlah Kata Kakek saya dan Bapak saya.
Abbas Diperkirakan Menang Mudah
Hebron– Rakyat Palestina akan memberikan suara dalam pemilihan presiden hari Minggu (9/1) besok. Calon kuat yang diperkirakan akan menang mudah adalah mantan Perdana Menteri Mahmoud Abbas.
Abbas yang dinilai pragmatis dan moderat itu sangat diharapkan terutama dalam upaya perdamaian dengan Israel, tetapi Presiden George Bush di Washington telah mengingatkan “kendati Abbas, tidak ada jalan pintas”.
Pemilihan presiden Palestina Minggu besok untuk menggantikan mendiang Yasser Arafat itu dinilai merupakan suatu model untuk mengantarkan dunia Arab pada pemilihan demokratis yang pertama – transfer kekuasaan secara damai yang memberi harapan pada mimpi warga Palestina tentang sebuah negara merdeka.
Tetapi kekerasan berdarah 4 tahun terakhir dengan Israel mencederai harapan besar itu. Tidak sedikit warga Palestina yang menaruh harapan yang lebih sederhana dengan tampilnya Mahmoud Abbas – calon kuat yang diramalkan akan dengan mudah memenangkan pemilihan Minggu besok. Mereka mendambakan lapangan kerja, pemerintahan yang bersih dan berakhirnya pemblokiran jalan-jalan oleh pasukan Israel.
Dalam rangkaian kampanye dari Gaza hingga Hebron, Abbas selalu disambut massa besar yang antusias. Pertanyaannya, kata pengamat, bukan lagi siapa yang menang, melainkan berapa besar suara yang diraup Abbas, hal yang akan sangat berpengaruh pada kemampuan Abbas untuk menjinakkan kaum militan dan mengemban upaya damai dengan Israel.
Mahdi Abdul Hadi, Ketua Masyarakat Akademik Palestina mengatakan, Abbas membutuhan dukungan 65 persen suara untuk sungguh-sungguh mendapatkan mandat yang dibutuhkannya. “Kalau tidak demikian Israel tidak akan menghargai posisi Anda dan mereka akan membuat Anda tetap lemah dan kelompok militan Hamas menghendaki Anda lemah untuk kepentingan tawar-menawar.”
Perkuat Diplomasi AS
Suksesnya pemilihan presiden besok dan jika Abbas terpilih akan segera meningkatkan diplomasi AS di Timur Tengah. Pasalnya Mahmoud Abbas lebih mudah diajak bicara oleh Washington dibanding mendiang Yasser Arafat.
Tetapi harapan besar atas Mahmoud Abbas, khususnya dalam hubungan upaya perdamaian dengan Israel sudah jauh-jauh hari “diingatkan” Presiden George Bush. Presiden AS itu menutup kemungkinan adanya “jalan pintas” menuju perjanjian perdamaian Palestina-Israel sekalipun Abbas di kursi Presiden Palestina.
Bush dan pemerintahannya telah mengisyaratkan bahwa AS ingin melihat bukti bahwa demokrasi mengakar di Palestina dan juga bukti bahwa pemimpin baru Pelestina mengambil langkah-langkah nyata dan konkret untuk melucuti para militan.
Sementara itu, Jumat kemarin, Polisi Israel menangkap calon presiden Palestina Mustafa Barghouti. Ia ditangkap dalam perjalanan ke masjid Al Aqsa tempat ia akan menghadiri sholat Jum’at. Barghouthi diizinkan berkunjung ke Yerusalem Timur. Namun menurut polisi, capres ini dilarang mengunjungi masjid, karena ini bukanlah tempat untuk melakukan kampanye. Barghouti dianggap saingan terberat capres Mahmoud Abbas dalam pilpres Minggu besok. Abbas membatalkan kunjungan ke Yerusalem Timur, karena tidak ingin dikawal militer Israel. Sementara itu pemerintah Israel mengatakan mulai menarik mundur pasukannya dari Tepi Barat Sungai Yordan dan Jalur Gaza. Militer Israel mundur dari kota-kota Palestina sampai berakhirnya pemilihan presiden Palestina 9 Januari itu.
(ap/jul/hel)
SINAR HARAPAN 8 JANUARI 2009
Sahabat sahabatku di Palestina, perjuangan belum selesai. Lapangan Jihad kalian sangat luas, saya jadi iri.
Teruslah berjuang, Allah SWT bersama kalian semua, kalian tidak ditinggalkan.
Do’a kalian untuk saya dan keluarga, membentuk bulatan tetes airmata di sudut mata saya dan jatuh di pipi saya.
Jihad di sini (INDONESIA) tentu saja tidak kalah serunya, Jihad melawan Pejabat Korup, melawan perusak negara, melawan perusak Aqidah.
Allah SWT beserta kita semua. Amin. Allahu akbar.
Trahing kusumo rembesing madu 2009
بسم الله الرحمن الرحيم
Pernyataan Resmi Seputar Kejadian Yang Menimpa Gaza Akhir-Akhir Ini
Allah berfirman : “Sungguh akan kalian dapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik” (Al Maidah 5:82)
Wahai kaum muslimin di belahan timur dan barat bumi..
Inilah saudara-saudara kita di Palestina saat ini arwah-arwah mereka dipanen dalam arena pembantaian, kebrutalan dan pemusnahan masal yang dilakukan oleh negeri yahudi terhadap penduduk Gaza, para pemuda dan orang tua rentanya, perempuan dan bayinya, yang bersenjata dan tangan kosong. Pembunuhan besar-besaran yang terus berlanjut ini ditanggapi seluruh dunia dengan gambar dan teriakan. Disaksikan para pemimpin barat yang lantang menyuarakan kebebasan dan peradaban, HAM dan kemanusiaan dengan semangat dendam dan pembalasan. Disaksikan oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) sang pemelihara hukum rimba dan pelindung teroris negara dengan kepuasan dan semangat pemahaman. Disaksikan para penguasa arab dan kaum muslimin dengan kesinisan dan ketidak acuhan. Disaksikan oleh para mujahidin di berbagai front dengan rasa geram yang menimbulkan keinginan yang mendalam untuk menuntut balas dan untuk menolong (saudara-saudara mereka)..
Wahai kaum muslimin..
Sesungguhnya pembunuhan besar-besaran ini tidak terlepas dari keterlibatan beberapa pihak :
Pertama : pemerintahan Amerika yang dikendalikan oleh Bush sang penjahat perang dan perdamaian tanpa keraguan, yang tidak mampu merealisasikan sedikitpun kemenangan atas Mujahidin, tidak di Irak maupun Afghanistan, menumpahkan segala kedengkian dan kebenciannya kepada mustadh’afiin (orang-orang yang lemah) dari kalangan wanita dan anak-anak kecil di Gaza menjelang hari-hari lengsernya dari pemerintahan.
Kedua : Rezim Arab khususnya negara Mubarok (Mesir) dan negara Alu Sa’ud (Arab) dan kepemimpinan Abbas (Palestin) yang berkonspirasi dengan Yahudi dan Nashoro untuk kembali berkuasa di Gaza.
Dan seperti biasanya pihak-pihak tersebut akan menyesatkan opini publik dan menyurutkan kemarahan umat islam, dengan berbagai macam resolusi yang menyalahkan perlawanan bersenjata karena mendorong Israel untuk melakukan reaksi serta menyerukan diadakannya konferensi tingkat tinggi arab setelah dikeluarkannya kembali pernyataan kutukan yang tersimpan dalam arsip Liga Arab.
Kemudian membungkus berkas kejahatan sebagaimana dibungkusnya file-file puluhan pembantaian masal sebelumnya. Kejahatan yang mengerikan ini akan membangkitkan setiap hati nurani yang mati dan akan menyadarkan setiap hati yang lalai dan akan menggoncang seluruh jiwa yang tertidur maka ia pun berteriak dengan pekikan :
“Wahai jutaan umat islam.. Jika dengan terjadinya kejahatan ini bukan waktu yang tepat untuk mengangkat senjata, lalu kapan kalian akan berjihad?”
“Wahai para ulama dien ini.. Jika dengan terjadinya kejahatan ini bukan merupakan kesempatan kalian untuk mengeluarkan fatwa untuk berjihad lalu kapan kalian akan berfatwa?”
Wahai para tentara daulah islamiyah..
Kapankah kalian akan mengarahkan barel-barel senjata dari dada-dada anak-anak kalian menuju dada-dada para yahudi dan nasrani yang melampaui batas, jika bukan saat ini masanya?
Wahai para mujahidin dan kaum muslimin..
Yahudi di hadapan kalian! Awasilah mereka di setiap tempat pengintaian. Dan bersegegaslah menolong saudara-saudara kalian di Gaza, entitas mereka terancam dengan pemusnahan..
Pembelaan terhadap mereka merupakan kewajiban syar’i yang tertambat pada leher-leher kalian, tak perlu izin kepada pemimpin ataupun fatwa seorang yang berilmu (’aalim).
Angkatlah senjata, berlatihlah dengannya dan tolonglah saudara kalian di Gaza dengan membalas dan menarget orang-orang yahudi dimanapun mereka berada.
Karena jika kalian tidak melakukannya, pembantaian ini akan terus berulang hingga menjalar ke tempat kalian dan akidah kalian akan dihabisi.
Wahai saudara kami di Gaza..
Allah tahu sekiranya bukan karena pembatas-pembatas yang dibuat oleh orang-orang kafir dan sekiranya bukan karena para penguasa murtad yang berusaha membunuh kalian sungguh akan kami datangi kalian, akan kami bela kalian meskipun dengan merangkak, akan tetapi apalah kuasa kami sementara para pengkhianat yang mencekik leher umat berusaha menghalangi kami untuk sampai kepada kalian. Kami bermohon kepada Allah agar memberikan kekuatan kepada kami untuk menolong kalian dengan apa yang kami miliki dan tidaklah sulit bagi Allah untuk melakukannya.
Adapun kalian wahai para yahudi!
Bergembiralah kalian dengan berbagai hal yang menghantui kalian karena para mujahidin, pelindung dien, tanah dan kehormatan, dengan izin Allah akan menuntut balas atas kematian mereka di Gaza meskipun berselang masa.
Allah berfirman : “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya” (Yusuf 12:21)
Walhamdulillahirobbil ‘aalamiin.
trahing kusumo rembesing madu 2009